Wednesday , December 12 2018
Home / Berita / Kang Jalal: Akan Banyak Hoaks yang Beredar Jelang Pilkada dan Pemilu

Kang Jalal: Akan Banyak Hoaks yang Beredar Jelang Pilkada dan Pemilu

Ada tiga isu yang biasanya dicitrakan terhadap PDI Perjuangan, yaitu bahwa PDI Perjuangan itu anti Islam, PDI Perjuangan itu PKI, belakangan isu Syiah. PDI Perjuangan dicitrakan sebagai kelompok nasionalis yang secara historis bertentangan dengan kelompok Islam.

Propaganda tersebut tampaknya dipertahankan, demikian pernyataan Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc saat jumpa pers pada acara Konsolidasi Pemenangan Hasanah di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung belum lama ini.

Menghadapi isu dan hoaks tersebut menurut Kang Jalal, Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri pada HUT PDI Perjuangan sudah berbicara tentang fenomena “post-truth” dan PDI Perjuangan sudah membentuk Tim Cyber.
“Post-truth itu satu kebohongan yang diulang berkali-kali dan disebarkan kepada sebanyak banyaknya orang sehingga akhirnya orang menerimanya sebagai kebenaran, itu teori Hitler NAZI bahwa yang disebut kebenaran itu adalah kebohongan dikalikan seribu”, jelas Kang Jalal yang juga anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Selain itu untuk mengantisipasi isu-ISU SARA yang pasti digoreng kembali pada Pilgub Jabar 2018 karena “keberhasilan” pada Pilgub DKI, Tim Hasanah PDI Perjuangan sudah melakukan upaya untuk menutup sumber-sumber itu dengan mendatangi ormas-ormas Islam dan aktivis Islam.

Lebih lanjut Kang Jalal menjelaskan tentang fenomena merebaknya fenomena “Islamisme” yang mengancam pilar kebangsaan.”Islamisme” itu politisasi agama, artinya urusan agama tapi dipolitikan, misalnya sholat subuh berjamaah (maaf), berjamaahnya dimaksudkan untuk mengumpulkan orang tapi kemudian tujuannya politik, itu politisasi agama atau agamaisasi politik.

Jadi politik dijadikan keyakinan agama, memilih pimpinan itu masalah politik, tapi sekarang itu dianggap sebagai masalah keimanan. Itu dikira sama dengan Islam. Islam adalah menjalankan agama. Saya Kyai, tapi bukan Islamis, bukan orang yang menggunakan agama untuk tujuan-tujuan politik. Saya tidak pernah mengatakan kalau tidak memilih PDI Perjuangan itu kafir”, pungkasnya.

Sumber.www.limawaktu.id

Komentar

komentar