Saturday , December 16 2017
Home / Berita / Ormas yang Ingin Dirikan Negara Islam Sama Dengan ISIS
foto: obsessionnews.com
foto: obsessionnews.com

Ormas yang Ingin Dirikan Negara Islam Sama Dengan ISIS

Anggota Komisi VIII DPR RI Jalaluddin Rahmat atau yang akrab disapa Kang Jalal, berpendapat bahwa ‎ancaman Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak hanya gerakannya yang masif merekrut  warga Indonesia untuk masuk menjadi bagian dari anggota ISIS, tapi Jalal meminta publik memahami apa tujuan utama dari terbentuknya ISIS.

Menurutnya, ISIS adalah gerakan Islam radikal yang ingin mendirikan terbentuknya negara Islam. Jika publik sepakat dengan istilah itu, maka, kata dia, banyak juga organisasi masyarakat di Indonesia yang sejak dulu gigih memperjuangkan terbentuknya negara Islam di Indonesia, seperti dulu ada Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia DI/TII dengan tokoh utamanya Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dan saat ini ada juga Hizbur Tahrir (HTI) dan kelompok Mujahidin.

Jalal mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki mata rantai yang panjang mengenai adanya paham ideologi ISIS yang tengah merambak luas di seluruh dunia. Baginya, tidak ada hal yang aneh dalam gerakan ISIS. Lantaran di Indonesia sendiri juga banyak Ormas yang memiliki cita-cita yang sama dengan ISIS yakni mendirikan negera Islam di Nusantara.

“Latar belakang ISIS bisa mendunia, dan disambut orang Indonesia. karena Indonesia punya latar belakang sejarah. Dulu di konstituante beradu kelompok Islam dan Nasionalis,” ujar Jalal, di DPR Senin (23/3/2015).

Namun, anehnya kata Jalal, pemerintah selama ini tidak berani mengambil tindakan tegas untuk membubarkan Ormas yang cita-cita yang sama dengan ISIS mendirikan negara Islam. Padahal menurutnya, ideologi mereka sudah bersebrangan dengan ideologi Pancasila dan NKRI. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini justru melihat hal‎ itu sebagai kejahatan luar biasa.

“Yang menarik bagi saya adalah kenapa pemerintah membiarkan kelompok ini? Padahal mereka menentang Pancasila dan NKRI,” terangnya.

Cendikiawan Islam asal kota Bandung ini menambahkan, pihak yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia, tidak hanya Ormas tapi juga ada dari partai politik yang memiliki ideologi Islam Timur Tengah. Tanpa mau menyebutkan apa nama partainya, yang jelas kata Jalal, ada kelompok partai Islam di DPR yang menolak dikeluarkannya Perppu Radikalisme.

“Partai Islam sekarang juga ada sekarang yang punya cita-cita ISIS ini. Itu bisa dilihat, mereka kemarin tidak setuju kan dikeluarkan Perppu radikalisme ini,” ungkapnya. Dalam benak hati, Jalal menilai, partai Islam itu juga sebenarnya sama setuju dengan paham ISIS. Hanya, saja mereka berjuang secara halus melalui parlemen ‎”Ini caranya aja yang beda dengan ISIS, tujuan sama mendirikan negara Islam,” kata Jalal.

Untuk mengatahui dengan gampang akar rumput kenapa Indonesia menjadi sasaran empuk penyebaran ISIS. Karena Islam Indonesia masih suka saling mengkafirkan tidak hanya antara muslim dengan non muslim tapi juga juga antara muslim dengan muslim. Mereka yang tidak sepaham dengan aliranya dianggap kafir, apa yang dilakukan dianggap bid-ah, syirik, churafat ‎dan sebagainya.

‎Seperti kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka berziarah kubur dianggap sesat, bida-ah. Mereka yang suka baca Tahlil, dan Yasin dianggap syirik. Mereka kata Jalal, adalah kelompok Islam yang kerap memahami Islam secara tekstual bukan kontekstual. Menganggap budaya bukan bagian dari kekayaan agama Islam yang patut dipertahankan dan dilestarikan. Kelompok seperti ini diyakini menjadi lahan subur bagi berkembangannya. ISIS di Indonesia. (Albar)

Sumber: obsessionnews.com

Komentar

komentar