Saturday , December 16 2017
Home / Berita / MILAD DR. KH. JALALUDDIN RAKHMAT, M.Sc : SEBUAH TESTIMONI
14142028_10208569708833657_8514972613177193646_n

MILAD DR. KH. JALALUDDIN RAKHMAT, M.Sc : SEBUAH TESTIMONI

AYAH KAMI BUKAN AYAH BIASA
Ilman Fauzi Rakhmat*

Ayah kami bukan ayah biasa. Sedari kecil, kami sudah sangat memahaminya. Bapak, begitu kami memanggilnya, seringkali hanya di rumah pada akhir pekan saja. Itu pun ia habiskan dengan membaca buku -yang di rumah kami ratusan jumlahnya, atau dengan mengetik makalah untuk seminar, pelatihan dan kuliah-kuliahnya.

Jarang sekali kami diajaknya tamasya. Apabila tiba saat untuk jalan-jalan bersama keluarga, itu adalah acara bersama pengajian yang diasuhnya, ditemani para jemaahnya yang setia.

Kami pernah beberapa kali tinggal di luar negeri. Salah satunya di Mashhad, sebuah kota di Iran. Karena berada di perantauan, Bapak lebih sering menghabiskan waktu di tengah keluarga. Ini tak berarti kami lebih sering diajak pergi. Sampai tiba di suatu pagi, Bapak meminta kami berpakaian rapi. Kami diajak wisata ke pinggiran kota. Rupanya semalam Bapak bermimpi didatangi Imam Khumaini. Pesan Imam (qs) hanya satu, “Ajaklah anak-anakmu tamasya.”

Bapak hampir tidak pernah mengantar kami ke sekolah. Di acara pembagian raport, biasanya para paman kami yang mengambilnya. Pun begitu halnya ketika saya sekolah di SMA Muthahhari, padahal sekolah itu Bapak pendirinya.

Ayah kami bukan ayah biasa. Sedari kecil, kami sudah sangat memahaminya. Bapak bukan milik kami semata, ia juga milik para muridnya. Seluruh hidupnya ia abdikan untuk tujuan yang lebih mulia, demi meninggalkan warisan yang paling utama. Untuk itu, kami bangga dan bahagia karena telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Bapak bukanlah ayah yang mengajar anaknya bersepeda, berenang, atau mengaji alif-ba-ta. Tetapi dengan hidupnya, ia mengajari kami hal yang jauh lebih berharga. Tentang memelihara pikiran yang terbuka dan bersikap apa adanya. Tentang berani untuk menjadi berbeda, meski itu membawanya ke jalan yang penuh bahaya.

Ayah kami bukan ayah biasa, dan untuk itu kami mencintainya.

“To the man who takes the road less travelled, who is never afraid to stand his ground, no matter how tough things get, no matter how hard the journey may be: Happy birthday. May the Almighty be with you all the way..”.[]

*Kata sambutan yang sangat indah yang disampaikan our brother Ilman F. Rakhmat,
mewakili keluarga pada acara Milad Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat di Gedung Kompleks Rujab DPR RI Kalibata, Jakarta, 29 Agustus 2016.

Komentar

komentar