Sunday , April 21 2019
Home / Dapil / Daya Penyembuh dari Berbuat Baik

Daya Penyembuh dari Berbuat Baik

Pada tahun 1991, dan sekali lagi 2001, Allan Luks melaporkan hasil surveinya dalam buku The Healing Power of Doing Good: The Health and Spiritual Benefits of Helping Others, Daya Penyembuh dari Berbuat Baik: Faidah Kesehatan dan Keruhanian karena Membantu Orang Lain.

Di samping sakit punggung, Allan Luks menyebutkan sejumlah penyakit yang dapat disembuhkan karena menolong orang. Sakit kepala, tidak bisa tidur, infeksi, sakit maag, arthritis (peradangan pada persendian), lupus (sakit persendian), asthma, gangguan jantung, bahkan kanker. Efek paling kecil adalah mengurangi rasa sakit. Allan Luks juga menemukan bahwa membantu orang juga menyembuhkan gangguan-gangguan psikologis seperti stress, marah, dendam, cemas, takut, dan sedih.

Bukan tempatnya di sini kita memberikan penjelasan medis tentang pengaruh menolong pada sistem imun kita. Buku Allan Luks mengingatkan saya pada sabda-sabda Nabi saw tentang puasa. “Shumuu tashihhuu…,” kata Nabi. Puasalah supaya kamu sehat. Dalam khotbahnya menyambut Ramadhan, Nabi saw mengajarkan puasa yang menyehatkan: “Bersedekahlan pada fakir miskin di antara kalian, muliakan orang-orang besar kalian, sayangi orang-orang kecil kalian, sambungkan persaudaraanmu, jaga lidah kamu…lindungi dirimu dari api neraka walaupun dengan sebutir kurma; lindungi dirimu dari neraka walaupun dengan seteguk air.” (Mafatih al-Jinan 273)

Puasa menyehatkan kita bukan karena selama puasa terjadi proses pembersihan tubuh dari zat-zat beracun; tetapi karena puasa juga memberikan peluang untuk membantu orang lain. Bulan puasa adalah bulan bersedekah. Kata sedekah berasal dari asal kata shadaqah. Kata ini dengan berbagai derivasinya berarti ketulusan, persahabatan, pembuktian, keabsahan, kepercayaan, kriteria atau ukuran. Bersedekah berarti melakukan agama dengan tulus, membuktikan komitmennya kepada kebenaran, memenuhi kriteria keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam hadis-hadis Nabi, bersedekah bukan hanya memasukkan uang recehan ke dalam kotak amal jariah di surau. Ia memberikan beberapa contoh sedekah: kau tersenyum ketika berjumpa dengan sahabatmu, kau ambilkan air buat orang lain, kau tunjuki jalan orang yang sesat, kau singkirkan duri dari pinggir jalan, kau bimbing orang yang buta, kau hibur orang yang menderita dan sebagainya.

Foto : Silaturrahim ke Pesantren Darul Falah “Gamba” Majalaya dan Majelis Al Fitroh, Kp. Lengkong, Ds. Bumiwangi, Ciparay

Komentar

komentar