Saturday , December 16 2017
Home / Pemikiran / DOSA YANG MENGHAPUS AMAL
ust

DOSA YANG MENGHAPUS AMAL

KH. DR. JALALUDDIN RAKHMAT, M.Sc*

Aku meneliti hadis-hadis penghapus dosa dari berbagai sumber. Kebanyakan hadis itu ternyata sahih. Jadi, hadis-hadis itu memang benar. Para ulama’ menyebut hadis-hadis seperti itu sebagai hadis targhib; menggembirakan, menghibur, menyemangati. Jadi, janganlah berputus asa kalau Anda banyak dosa. Seusai shalat, baca dzikir bakda shalat. Pada bulan Ramadhan, berpuasalah dan lakukan shalat malam Ramadhan. Perbanyaklah istighfar. Hadis-hadis itu memberikan semangat kepada kita untuk melakukan amal-amal ibadah.

Tetapi, dari pertanyaan bapak pejabat itu, aku diingatkan bahwa hadis-hadis ini juga menyemangati orang untuk berbuat dosa. Bukan saja anda terdorong untuk beribadah, tetapi juga tergoda untuk berbuat dosa. Seperti pemuda yang sudah saya ceritakan tadi, ia berzina pada hari ini dan berpuasa pada hari esoknya. Ia berpikir bahwa puasanya akan menghapus dosa zinanya. Atau seperti pejabat itu, ia mengambil hak rakyat dengan serakah lalu memutihkan dosanya dengan haji dan umroh.

Jangan-jangan, inilah yang menyebabkan orang mengerjakan shalat dengan khidmat dan melakukan kemungkaran dengan nikmat. Jangan-jangan, inilah yang menyebabkan shalat tidak mencegah dirinya untuk melakukan kekejian dan kemungkaran.

Selidik punya selidik, hadis hadis penghapus dosa itu ada dua macam. Satu, ibadah menghapuskan dosa, seperti hadis-hadis yang sudah kita bicarakan. Satu lagi, dosa menghapuskan amal ibadah kita. Dosa-dosa dapat menyebabkan tidak diterimanya amal. Inilah hadis-hadis yang menghalau kegalauanku.

Rasulullah Saw diitanya tentang seorang perempuan yang berpuasa di siang hari dan berdiri shalat di malam hari, tetapi ia sering menyakiti tetangga dengan lidahnya. Sang Nabi Muhammad Saw yang mulia menjawab singkat,” Perempuan itu di neraka,” Tuh kan, bukan shalat dan puasa yang menghapuskan dosa, tapi menyakiti orang justru menghilangkan pahala shalat dan puasa tersebut.
Penasaran aku lacak lebih. Kanjeng Nabi Muhammad Saw bersabda,” Siapa yang minum secangkir khamar, Allah tidak menerima shalatnya 40 hari.”

“ Barangsiapa yang makan sesuap makanan haram, tidak diterima shalatnya 40 hari dan ditolak do’anya 40 hari juga.”

“Allah tidak menerima sedekah seseorang kepada orang lain, padahal ada keluarganya sendiri yang sangat memerlukannya.”

Dan simak hadis Qudsi berikut ini,” Demi kebesaran-Ku dan keagungan-Ku, sekiranya yang durhaka beramal dengan amal seluruh Nabi, Aku tidak akan menerimanya.”

Jadi, benarkah hadis yang menyatakan bahwa barang siapa yang berpuasa dan melakukan shalat di malam bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas, Allah akan ampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang? Benar, hanya jika, only if, amal-amal itu diterima Allah Swt.

Benarkah hadis yang menyebutkan barang siapa melakukan haji dan umroh, ia akan kembali ke tanah airnya seperi hari ia dilahirkan ibunya? Benar, dengan syarat-syarat dan ketentuan berlaku. Apa syarat-syarat itu? Ia tidak melakukan dosa-dosa yang menghapuskan atau merusak amal-amal shalehnya.

Saya ingin menutup bagian ini dengan firman Allah Swt,” Sesunguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amalnya di dunia dan akherat, dan mereka sekali-sekali tidak memperoleh penolong (QS. Ali-‘Imran [3]:21-22).

*Anggota DPR RI Komisi VIII & Badan Legislasi. Tulisan ini ada dalam Buku: Jangan Bakar Taman Surgamu, hal.31

Komentar

komentar