Monday , May 21 2018
Home / Pemikiran / KHOTBAH ID 1437 : JEMPUTLAH ANUGRAHMU, WAHAI PARA PENGHUNI SURGA
art_176928

KHOTBAH ID 1437 : JEMPUTLAH ANUGRAHMU, WAHAI PARA PENGHUNI SURGA

OLEH Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc

JEMPUTLAH ANUGRAHMU, WAHAI PARA PENGHUNI SURGA..!!

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبرلا اله إلا الله و الله أكبر ولله الحمد
بسم الله كلمة المُعْتَصِمِين، ومقالةِ المُتَحَرِّزِين، وأعوذُ بالله تعالى من جَوْرِ الجائرين، وكيد الحاسدين،
وبُغي الظالمين، وأحمدُه فوق حمد الحامدين. والحمد لله رب العلمين
أشهد أن لا إله إلا الله المالك الحق المبين وأشهد أن محمد رسول الله الصادق الوعد الأمين. اللهم صل وسلم علي حبيبنا وحبيب إله العلمين أبي القاسم محمد و علي آله الطيبين الطاهرين و اصحابه الميامين المنتجبين. قال الله تبارك وتعالي في كتابه الكريم:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (4:1)
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Kemarin, ketika matahari tenggelam di ufuk barat, ketika gemintang bermunculan menghias langit untuk menyambut Idul Fitri, ketika adzan terakhir bulan Ramadhan dikumandangkan, kita berharap Allah swt mencurahkan anugrahnya-Nya kepada kita, betapapun banyaknya kekurangan kita. Bukankah Nabi saw menyebut malam Idul Fitri sebagai “laylatul jaizah”, malam taburan anugrah.

Pagi ini, seusai salat subuh kita mempersiapkan jiwa dan raga kita untuk mengungkapkan syukur kita kepada Yang Mahapemurah. Kita sambut perintah Ilahi,

وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Supaya kamu sempurnakan bilangan puasamu, supaya kamu besarkan Allah atas petunjuk-Nya kepada kamu dan mudah-mudahan kamu bersyukur”

Kita sudah menyempurnakan tiga puluh hari puasa. Kita sudah membesarkan Allah dengan lantunan takbir kita.
Kita akan ungkapkan rasa syukur kita. Kita pun pilih pakaian yang terbaik, kita taburkan wewangian, kita ajak karib kerabat kita untuk berkumpul di tampat yang mulia ini. Baru saja kita gemakan Allahu Akbar. Baru saja kita rebahkan kepala kita di atas tanah, seperti menunggu siraman kasih abadi dari Yang Mahasuci. Baru saja kita cium bumi yang dingin, seperti mencium tanah pekuburan. Lalu kita gumamkan dengan penuh kerendahan suara parau kita, “Subhana Rabbiyal A’la wa bihamdih.” (Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi. Kami tidak sanggup memuji-Nya kecuali dengan pujian-Nya).

Dengarkan sabda Nabi saw tentang apa yang terjadi pada pagi ini:

فإذا كانت غداةُ الفطرِ بعثَ اللَّهُ تبارَكَ وتعالى الملائِكَةَ في كلِّ ملإٍ فيَهْبطونَ إلى الأرضِ فيقومونَ على أفواهِ السِّكَكِ فيُنادونَ بصوتٍ يسمعُهُ جميعُ من خلقَ اللَّهُ إلا الجنَّ والإنسَ

Pada pagi hari Idul Fitri, Allah swt mengirimkan para malaikat-Nya ke setiap negeri. Mereka turun ke bumi dan berdiri sejak sudut-sudut jalan yang sempit sampai mulut-mulut jalan raya. Mereka menyambut kedatangan kaum muslimin dengan suara yang dapat didengar oleh seluruh makhluk kecuali Jin dan Manusia,

يا أمةَ محمدٍ اخرجوا إلى ربٍّ كريمٍ يُعطي الجزيلَ ويعفو عن العظيمِ

“Hai Umat Muhammad, keluarlah, temui Tuhan yang Maha Pemurah. Ia akan memberi kamu rizki yang luas dan ampunan atas dosa-dosamu yang besar.”

Ketika kaum muslimin sudah bergerak ke tempat salat mereka, di langit yang tinggi, di alam malakut dengarkan dialog antara Allah swt dengan para malaikatnya:

ما جزاءُ الأجيرِ إذا عمِلَ عملَه

“Apa imbalan orang atau upahan bila ia sudah menyelesaikan pekerjaannya”

Para malaikat serentak menjawab:

إلَهَنا وسيِّدَنا جزاؤُه أن توفِّيَه أجرَه

“Tuhan kami, Junjungan kami, Imbalannya ialah kaupenuhi upahnya”

Maka berfirmanlah Tuhan yang Maha agung dengan firman yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya:

فإنِّي أشهدُكم يا ملائِكتي أنِّي قد جعلتُ ثوابَهم من صيامِهم شَهرَ رمضانَ وقيامِهم رضايَ ومغفرتي }ويقولُ{ عبادي سلوني فوعزَّتي وجلالي لا تسألوني اليومَ شيئًا في جمعِكم لآخرتِكم إلَّا أعطيتُكم ولا لدنياكم إلَّا نظرتُ لكم وعزَّتي لأسترنَّ عليكم عثراتِكم ما راقبتُموني وعزَّتي لا أخزيكم ولا أفضحُكم بينَ يدي أصحابِ الأخدودِ انصرفوا مغفورًا لكم قد راضيتُموني ورضيتُ عنكم

“Saksikan wahai para malaikat-Ku, Aku telah menjadikan pahalaKu untuk mereka yang menjalankan puasa dan shalatnya di malam Ramadhan, ampunan-Ku dan rido-Ku. Dengarkan wahai hamba-hamba-Ku (Allah berbicara kepada kita yang berkumpul di halaman Tuhan pagi ini), bermohonlah kepada-Ku. Demi kebesaran dan keagungan-Ku, jika kalian bermohon kepada-Ku untuk semua yang kalian harapkan untuk akhiratmu, Aku apasti memberikannya kepada kamu. Jika kalian memohon untuk dunia kalian, pasti Aku akan memerhatikan kamu. Demi kebesaran-Ku dan keagungan-Ku, Aku akan tutupi kesalahanmu selama kalian mendekati-Ku. Demi kebesaran-Ku dan keagungan-Ku, Aku tidak akan mempermalukan kamu, Aku tidak akan menghinakan kamu di hadapan orang-orang saleh sebelum kamu. Bubarlah kalian, tinggalkan tanah lapang ini dengan ampunan-Ku atas kamu. Kau telah membuat Aku rido dan Aku telah meridoi-Mu”

Masih kita dengar sabda Nabi saw:

فتفرحُ الملائِكَةُ ويستبشِرونَ بما يعطي اللَّهُ هذِهِ الأمَّةَ إذا أفطروا

“Maka para malaikat pun bergembira dengan anugerah Allah kepada umat ini, ketika mereka merayakan hari berbuka setelah ramadhan.”

Malam Idul Fitri adalah malam anugrah. Hari Idul Fitri adalah hari anugrah. Sampaikan apa pun permohonan kamu, baik untuk duniamu maupun untuk akhiratmu. Sekalipun kalian sembunyikan permohonan itu dalam lubuk hati yang paling dalam, Yang Mahakasih akan mengetahuinya. Dialah ‘Ālimul khafiyyāt. Dialah Sāmi’ul ashwāt. Dialah yang mengetahui yang tersembunyi. Dialah yang mendengar semua suara. Termasuk suara kamu yang tersembunyi dalam lubuk hatimu yang paling dalam. Termasuk rintihan permohonan kamu pada malam-malam kamu yang sunyi. Termasuk jeritan hatimu yang diungkapkan dalam deraian air matamu.

Hadirin-hadirat, ‘Aidin ‘Aidat!

Sayang kalau hari anugrah ini kita sia-siakan. Lebih sayang lagi kalau anugrah Tuhan yang berlimpah itu tidak diberikan kepada kita. Malaikat yang mengelilingi kita padahari ini adalah malaikat yang datang menjenguk kita pada malam Qadar.

Dengarkan apa yang dikisahkan Nabi saw pada malam Qadar:

إذا طلعَ الفجرُ ينادي جبريلُ معاشرَ الملائِكةِ الرَّحيلَ الرَّحيلَ فيقولونَ يا جبريلُ فما صنعَ اللَّهُ في حوائجِ المؤمنينَ من أمَّةِ محمَّدٍ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فيقولُ نظرَ اللَّهُ إليهم في هذِه اللَّيلةِ فعفا عنهم وغفرَ لَهم إلَّا أربعةً فقلنا يا رسولَ اللَّهِ من هم قال مدمنُ خمرٍ وعاقٌّ والديهِ وقاطعُ رحمٍ ومشاحنٌ

Pada waktu terbit fajar pada malam Qadar, Malaikat Jibril menyeru para malaikat itu untuk kembali lagi ke langit. Lalu para malaikat bertanya: Wahai Jibril, apa yang dilakukan Allah swt dalam memenuhi keperluan mukminin dari umat Muhammad saw. Malaikat Jibril menjawab:

“Allah memperhatikan doa mereka semua, mengampuni dosa-dosa mereka kecuali empat orang: Peminum minuman keras, pendurhaka pada orang tua, pemutus silatur rahim dan penyebar kebencian dan permusuhan”

Hadirin dan hadirat,

Pada pagi ini, aturan ini masih berlaku. Minta apa pun pada malam qadar. Mohonkan apa pun pada hari ini. Insya Allah, Tuhan tidak akan menolak doa kita karena kita tidak menenggak minuman keras. Tapi apa yang menjamin doa-doa itu dikabulkan jika saudara durhaka kepada orang tua, jika saudara memutuskan persaudaran di antara sesama, dan jika saudara menyebarkan kebencian dan permusuhan.

Saudara-saudara yang masih punya orang tua! Usai salat Id ini, curahkan hujan anugrah Tuhan kepada saudara dengan menemui orang tua saudara. Rebahkan kepalamu di atas pangkuan mereka. Akui bahwa kamu telah melelahkan mereka , kamu telah menghilangkan tidur mereka, kamu telah menyakiti mereka dengan dengan perkataan dan perbuatanmu. Akui bahwa karena kamu sibuk mengejar duniamu, kamu tidak sempat mengunjungi mereka, meluangkan waktu untuk mereka, bahkan untuk sekedar menyapa. Temui mereka setelah ini, basahi pangkuan mereka dengan linangan airmata permohonan maafmu.

Saudara-saudara yang sudah kehilangan orang tua! Akui bahwa selama hidupnya, kita tidak sempat membahagiakan mereka, apatah lagi membalas beratnya penanggungan ayah, atau pedihnya derita ibu. Bersedekahlah atas nama mereka, ziarahi pusara mereka, kunjungi karib kerabat dan teman-teman mereka. Ucapkan dengan kebeningan hatimu, “Allahumma adkhil ‘ala ahlil quburis surur. Rabbighfir li wa liwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.”
Para suami, curahkan anugrah Allah swt dengan mengeratkan tali kasih sayang pada istrimu. Akui bahwa kamu mengabaikannya, tidak cukup waktu untuknya, atau bahkan menyakitinya. Akui bahwa kesibukanmu tidak menyisakan waktu yang cukup untuk melayaninya.

Para istri, curahkan anugrah Allah dengan meneratkan tali kasih sayang pada suamimu. Ungkapkan syukurmu dengan memuliakan orang yang telah menemani kamu dan memayahkan hidupnya untukmu. Mintakan maaf dan katakan bahwa pelayananmu tidak sebanding dengan perkhidmatan suamimu.

Usai salat Id ini, curahkan anugrah Allah dengan mengeratkan tali kasih sayang dengan sesama manusia: temui karib kerabat, handai tolan, tetangga, dan semua orang bahkan dengan sesama makhluk Allah, apa pun agamanya dan apapun keyakinannya; teratama orang-orang yang lewat tangan mereka Allah telah mengalirkan nikmatnya pada kamu. Julurkan tanganmu untuk meminta maaf, bersihkan hatimu dari dendam, dengki dan kebencian. Jika kamu orang yang beruntung mempunyai kelebihan harta, berbagilah dengan mereka.

هَلْ جَزَاء الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ ( 55:60)

Usai salat Id ini, curahkan anugrah Allah kepadamu dengan menghentikan hujatanmu kepada saudara-saudara seagamamu, yang berbeda paham dengan kamu. Bukakan pintu ijabah dengan menutup mulut kamu dari fitnah dan pergunjingan. Gantikan kata-kata yang membakar permusuhan dengan kalimat-kalimat yang menyejukkan persaudaraan.

Diriwayatkan dari Imam Ja’far al-Shadiq as, ia berkata,

إن لأهل الجنة أربع علامات وجه منبسط ولسان لطيف وقلب رحيم ويد معطية

“Ahli surga itu ditengarai dari empat tanda: Muka yang ramah, lidah yang lemah lembut, hati yang penuh kasih-sayang, dan tangan yang dermawan”

Hari ini adalah hari anugrah. Untuk mencurahkan anugrah itu, untuk menaikkan doa-doa kita ke langit, mari kita tampakkan tanda-tanda penghuni surga: tampakkan wajah yang ramah, lidah yang lembut, hati yang penuh kasih, dan tangan yang siap memberi dan membantu. Selamat menerima anugerah Allah yang Agung, wahai para penghuni surga!

KHOTBAH KEDUA

(setelah Iftitah baca do’a)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (33:56)
اللهم صل على نبينا محمد و آله كماصليت على ملائكتك المقربين و صل عليه و آله كما صليت على أنبيائك المرسلين و صل عليه وآله كما صليت على عبادك الصالحين
اللهم جملنا بوجوه منبسطة وألسن لطيفة وقلوب رحيمة وأيد معطية
اللهم أعنا علي..أن نصل من قطعنا ونعطي من حرمناونعفو عمن ظلمنا
وارحمنا برحمتك الواسعة يا أرحم الراحمين
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (14:41)
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا (71:28)
إنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (16:90)
خطبة العيد المتواضعة لجلال الدين رحمت

[DINNO]

Komentar

komentar