Saturday , December 16 2017
Home / Pemikiran (page 2)

Pemikiran

Menjembatani Agama dan Budaya

photo

KH. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc* Saya baru saja kembali dari Bali, untuk menghadiri pertemuan kerja nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PDIP, partai tempat saya bernaung saat ini. Kami duduk bersama untuk membicarakan isu-isu strategis yang berkaitan dengan kampanye kami di masa yang akan datang. Tentu saja, sebagai politisi dan anggota ...

Read More »

Lailatul Qadr, Malam Ampunan

artworks-000130533464-bu7wud-t500x500

KH. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc* Paruh ketiga bulan Ramadhan, kata Nabi Muhammad SAW, adalah pembebasan dari api neraka. Di dalamnya, ada malam yang lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadar). Para malaikat turun menaburkan kasih sayang Tuhan dan menyampaikan salam kepada kaum beriman sampai terbit fajar. Lailatul Qadar sangat istimewa, ...

Read More »

PUASA, MENUJU PENDEWASAAN SPIRITUAL

1610144

KH. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc* Mengapa puasa itu disyariatkan Allah swt pada seluruh agama? Pertama, puasa adalah alat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Hakikat keberagamaan adalah upaya untuk mendekati Allah sehingga kita menemukan puasa terdapat pada seluruh agama di dunia ini. Kedua, agama memenuhi kebutuhan spiritual atau kebutuhan rohani ...

Read More »

RAMADHAN ADALAH BULAN TUHAN DAN BULAN PERSAUDARAAN

apple-icon-144x144

KH. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc* (1) “Wahai manusia, sudah datang kepada kalian bulan Tuhan yang membawa berkat, rahmat, dan ampunan; bulan yang paling utama di sisi Tuhan dari bulan mana pun. Paling utama hari-harinya, malam-malamnya, bahkan jam demi jamnya. Inilah bulan ketika kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Tuhan. Di bulan ...

Read More »

ESENSI PUASA : IMSAK-‘AN DAN IMSAK–BI

552b26516ea8349e688b4567

ESENSI PUASA: IMSAK-‘AN DAN IMSAK–BI Oleh KH. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc* Pada suatu hari Rasulullah Saw mendengar seorang perempuan sedang memaki-maki jariyah (budak) kepunyaannya, padahal perempuan itu sedang berpuasa. Nabi mengambil makanan dan berkata kepadanya: “Makanlah.” Perempuan itu berkata, “Sya sedang berpuasa, Ya Rasulullah.” Kata Nabi Muhammad Saw, kemudian, “Bagaimana ...

Read More »

PUASA: SYARIAT DAN TARIKAT

foto: asep

PUASA: SYARIAT DAN TARIKAT OLEH. KH. DR. JALALUDDIN RAKHMAT, M.SC* “Ketahuilah bahwa syariat, tarikat dan hakikat menunjukkan satu kenyataan yang sama. Hakikat dan ahlinya lebih tinggi dari tarikat dan ahlinya. Tarikat dan ahlinya lebih tinggi dari syariat dan ahlinya” Syariat itu tingkat pemula, tarikat itu tingkat menengah dan hakikat tingkat ...

Read More »

PESAN MORAL PUASA

art_176928

KH. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc* Setiap ibadah yang kita lakukan, sebetulnya merupakan Riyadhah untuk mendidik nilai moral tertentu. Baik ibadah puasa atau ibadah lainnya, di dalamnya terkandung apa yang kita sebut sebagai Pesan Moral. Bahkan begitu mulianya pesan moral itu, sampai Rasulullah Saw menilai “harga” suatu ibadah itu dinilai dari ...

Read More »

MARHABAN YA RAMADHAN

artworks-000130533464-bu7wud-t500x500

MARHABAN YA RAMADHAN Oleh KH. JALALUDDIN RAKHMAT* Dalam Kitab Minhaj Al-Balaghah diriwayatkan khotbah Nabi Muhammad Saw menyambut bulan Ramadhan. Seperti biasa, khotbah Nabi itu singkat tetapi menyentuh hati. Di tengah-tengah khotbah, Nabi melayani pertanyaan para sahabatnya. Khotbahnya dialogis. Rasulullah Saw menguraikan kata-kata yang sederhana, tetapi mengandung muatan makna yang dalam. ...

Read More »

TELADANILAH SENYUMAN MUHAMMAD SANG NABI

14690905_10210709344788817_2418130842906134751_n-1

Pada Rabu, 19 Oktober 2016, Cendekiawan Muslim terkemuka, anggota DPR RI Komisi VIII sekaligus anggota Baleg (Badan Legislasi), Bapak Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc menyampaikan paparannya terkait The Golden Rule, Etika Reciprocity (Etika Balas-Membalas). Bagaimana nilai-nilai kebaikan sesama manusia diajarkan kepada anak didik melalui guru-guru. Kang Jalal hadir dalam pertemuan ...

Read More »

RATU ADIL

art_127127

Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc* “Sekiranya Belanda memerintah dengan adil, kita tak akan melakukan perjuangan Kemerdekaan. Seandainya Jepang tidak melakukan penindasan, kita tidak akan memproklamasikan Kemerdekaan. Karena itu, ketika mensyukuri Kemerdekaan, syukurilah perbuatan zalim dan penindasan para penjajah kita.” Ucapan ini keluar dari pembicara pada sebuah peringatan syukuran yang diselenggarakan ...

Read More »